quick

Tampilkan postingan dengan label alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juni 2015

Hukum Alam (Niyama Dhamma) dari Budha

 Hukum Alam (Niyama Dhamma) dari Budha


Hukum Alam (Niyama Dhamma) adalah salah satu konsep dalam ajaran agama Buddha mengenai hukum-hukum yang bekerja di alam ini.

Hukum ini bekerja dengan sendirinya dan bersifat universal. Hukum alam dapat dibagi ke dalam lima kelompok:
1) Utu Niyama, Hukum ini mencakup semua fenomena anorganik, termasuk hukum-hukum dalam fisika dan kimia. Contohnya adalah hukum mengenai terbentuk dan hancurnya bumi, planet, tata surya, galaksi, temperatur, iklim, gempa bumi, angin, erupsi, dan segala sesuatu yang bertalian dengan energi.

2) Bija Niyama, Hukum ini mencakup semua gejala organik seperti dalam biologi. Contohnya adalah perkembangan hewan atau tumbuhan, mutasi gen manusia, pembuahan, proses perkembangbiakkan pada tumbuh-tumbuhan.

3) Kamma Niyama, Hukum Moralitas, yaitu Hukum sebab-akibat (hukum karma). Segala tindakan sengaja atau tidak disengaja akan menghasilkan sesuatu yang baik atau buruk.

4) Citta Niyama, mengenai pikiran misalnya bagaimana proses kesadaran bekerja. Hukum ini bekerja pada memori manusia dan bagaimana psikis seseorang. Hukum ini mengatur pertalian kerja antara sesuatu yang hidup dan mati.

 5) Dhamma Niyama, mengenai segala sesuatu yang tidak diatur oleh keempat Hukum diatas. Hukum ini mencakup konsep abstrak yang dikembangkan manusia seperti dalam ilmu matematika dimana realitas alam dijelaskan dalam bentuk abstrak (tidak berwujud).

Selasa, 16 Juni 2015

Keuntungan Industri dari Karet Alam



Keuntungan Industri dari Karet Alam



Keuntungan industri dari karet alam.  Karet Alam Karet alam adalah dapat dibuat menjadi karet agak kaku tapi masih memiliki fleksibilitas dan ketahanan abrasi, ketahanan retak dan kekuatan lentur lebih tinggi. Hal ini menguntungkan dalam pembuatan sol sepatu karena sol sepatu bisa dibuat lebih tipis (seperti sol luar sepatu olahraga), sementara tetap mempertahankan agar tidak merasa keras ketika berjalan.

Diantara kelebihan yang dimiliki karet alam dari karet sintetis adalah sebagai berikut:
 1. Memiliki daya elastis atau ketahanan yang sempurna.
2. Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahan mudah.
3. Memiliki daya aus yang tinggi.
 4. Tidak mudah panas (low heat build-up)
5. Memiliki resistensi yang tinggi terhadap keretakkan (alur ketahanan retak)
 6. Bisa dibentuk dengan panas yang rendah/ kecil.
7. Memiliki kekakuan yang tinggi pada barabg yang dibuat dari karet alam.

Keuntungan industri karet alam memberikan manfaat atau kemudahan proses dan penggunaannya, baik dalam bentuk karet atau senyawa divulkanisir atau dalam bentuk barang baru. Dalam bentuk bahan baku, karet alam lebih disukai karena mudah untuk roll  ketika diproses dengan pabrikan terbuka / penggiling terbuka dan dapat dengan mudah dicampur dengan berbagai bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan senyawa.

Dalam bentuk senyawa, karet alam sangat mudah untuk glutinized satu sama lain sehingga lebih disukai dalam pembuatan barang yang perlu ditutupi-lapiskan sebelum vulkanisasi dilakukan. Keunggulan inilah yang menyebabkan kekakuan sulit disaingi oleh karet buatan

Demikian juga sifat elastisitas reflektif karet alam vulkanisasi sangat baik, yang menyebabkan timbulnya panas (heat membangun) sangat rendah, sifat tak terpisahkan dari barang asal karet alam.. Ini adalah sifat yang sulit disaingi oleh karet sintetis, karet alam digunakan dalam proporsi yang tinggi dalam pembuatan kendaraan off road ban dan ban pesawat.
Indonesia sebagai produsen terbesar kedua karet alam di dunia harus menangkap peluang keuntungan karet alam. Peluang cerah untuk kursus karet nasional hanya dapat dicapai jika Indonesia mampu meningkatkan kinerja manajemen perkebunan karet adalah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk karet.

Terutama mengingat perkebunan karet Indonesia adalah yang terbesar di dunia, dengan luas sekitar 3,4 juta hektar, sehingga kedepan memiliki kesempatan yang cukup untuk menjadi produsen terbesar karet alam di dunia, yang secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.

Selasa, 12 Mei 2015

Peran dan Karakter Manusia dalam Interaksi dengan Alam

Peran dan Karakter Manusia dalam Interaksi dengan Alam 


Manusia secara biologis tergolong dalam homo sapiens. Manusia adalah makhluk yang paling canggih, paling sempurna, karena memiliki kelebihan dibanding makhluk-makhluk hidup lainnya. Manusia memiliki bentuk fisik, fungsi tubuh serta karakteristik pertumbuhan tubuh yang berbeda dengan mahluk lainnya. Dengan kualitas kelebihannya inilah manusia dapat tumbuh dan berkembang menguasai alam. Pada manusia dikenal dengan kata pertumbuhan dan perkembangan. Keduanya ini memiliki perbedaan. Istilah pertumbuhan digunakan untuk menunjukkan perubahan pada fisik biologis. Manusia sebelum terbentuk menjadi individu baru akan mengalami tahap-tahap pertumbuhan yang dimulai pada bulan pertama hingga bulan ke sembilan kehamilan. Sementara istilah perkembangan digunakan untuk menunjukkan adanya perubahan pada aspek psikologis.

Secara psikologis manusia mengalami perkembangan karakter seperti berikut :

1. Fase bayi dan kanak-kanak,
2. Fase anak-anak, Fase remaja, Fase dewasa,
3. Fase setengah baya, dan
4. Fase usia tua. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia baik berupa benda hidup, benda mati, benda nyata ataupun abstrak, termasuk manusia lainnya, serta suasana yang terbentuk karena terjadinya interaksi di antara elemen-elemen di alam tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan hidup diantaranya yaitu komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik yaitu zat-zat yang tidak memiliki sifat-sifat kehidupan tetapi diperlukan oleh lingkungan makhluk hidup, seperti : air, tanah, dsb. Sementara komponen abiotik yaitu zat-zat yang memiliki sifat-sifat kehidupan. Sumber alam biotik mempunyai kemampuan memperbanyak diri atau bertambah. Misalkan : tumbuhan dapat berkembang biak dengan biji atau spora, dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan telur atau melahirkan. Manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya maupun komunitas biologis di tempat mereka hidup.

Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota, dibanding dengan pelosok dimana penduduknya masih sedikit dan primitif. Berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam, terdapat empat paham yaitu :

a. Paham Determinisme Paham ini berpandangan bahwa populasi manusia dengan perkembangan kebudayaannya ditentukan oleh kondisi alam. Meskipun manusia dipandang sebagai makhluk yang dinamis, mobilitasnya tetap dibatasi dan ditentukan oleh kondisi alam di permukaan bumi.

b. Paham Posibilisme Paham ini berpendapat bahwa alam lingkungan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia, tidak lagi dipandang sebagai faktor yang menentukan. Manusia dengan kemampuan budayanya dapt memilih kegiatan yang cocok sesuai dengan kemungkinan dan peluang yang diberikan oleh alam lingkungannya, telah dipandang aktif sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.   Dalam paham posibilisme, manusia mempunyai peranan penting dalam mengontrol kehidupannya dan berhak menentukan proses produksi yang dipilihnya.

c. Paham Optimisme Teknologi Kemajuan dan penerapan teknologi telah membawa kemajuan pemanfaatan sumber daya alam bagi kepentingan pembangunan yang menjadi penopang kesejahteraan umat manusia. Oleh karena itu, teknologi sebagai perantara dalam pengolahan sumber daya alam dan memenuhi kebutuhan manusia. Teknologi dengan penerapannya bukan lagi sebagai alternatif, melainkan telah menjadi keyakinan yang menjamin hidup dalam kehidupan manusia. Selanjutnya mereka mengarah kepada ketergantungan teknologi sehingga mereka tidak percaya terhadap adanya Tuhan.

d. Paham Keyakinan Ketuhanan Paham ini mengembangkan IPTEK dengan disertai oleh iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Karena manusia menyadari yang berkuasa di alam semesta ini adalah Tuhan dan kewajiban manusia adalah untuk memelihara dan mengembangkannya.

 Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun negatif. Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut, dan berpengaruh tidak baik karena dapat dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya. Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki kemampuan berfikir dan penalaran yang tinggi. Disamping itu manusia memiliki budaya, pranata sosial dan pengetahuan serta teknologi yang makin berkembang. Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan.

Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan. Peranan Manusia yang bersifat negatif terhadap lingkungan antara lain sebagai berikut:

 a. Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan Sumber Daya Alam makin menciut (depletion)

b. Punah atau merosotnya jumlah keanekaan jenis biota

c. Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbang menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus menerus memerlukan subsidi energi

d. Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga menimbulkan longsor

e. Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat menurunnya kualitas lingkungan hidup.
Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan terhadap manusia itu sendiri.

Peran Manusia yang menguntungkan lingkungan antara lain:

a. Melakukan eksploitasi Sumber Daya Alam secara tepat dan bijaksana terutama SDA yang tidak dapat diperbaharui;

b. Mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keaneka jenis flora serta untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir;

c. Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah agar kadar bahan pencemar yang terbuang ke dalam lingkungan tidak melampaui nilai ambang batasnya;

d. Melakukan sistem pertanian secara tumpang sari atau multi kultur untuk menjaga kesuburan tanah. Untuk tanah pertanian yang miring dibuat sengkedan guna mencegah derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus;

e. Membuat peraturan, organisasi atau undang-undang untuk melindungi lingkungan dan keanekaan jenis makhluk hidup.